Read Time:1 Minute, 29 Second
cara kenikmatan khusyuk shalat

Pada mulaqat virtual dengan Jamiah Ahmadiyah Ghana dengan Hazrat Khalifatul Masih V (aba) yang diadakan pada tanggal 5 September 2020, seorang siswa bertanya, bagaimana mendapatkan kenikmatan dalam shalat?.Huzur Anwar (aba) memberikan jawaban berikut: 

Bagaimana mencapai kenikmatan dalam shalat? Hazrat Masih Mau’ud as telah mengajarkan kita cara yang sangat sederhana untuk mencapai kondisi ini. Beliau menjelaskan bahwa kita harus menampilkan ekspresi di wajahnya seolah-olah hendak menangis. Ketika secara fisik kita menampakkan ekspresi di wajah yang mencerminkan sebuah perasaan, maka perasaan itu akan tumbuh juga dalam hati. 

Jadi, saat kita memperlihatkan ekspresi sedang menangis, sambil membaca Surah Al-Fatihah, dan terus menerus mengulangi dan merenungkan kata-kata  اِيَّاكَ‭ ‬نَعۡبُدُ‭ ‬وَ‭ ‬اِيَّاكَ‭ ‬نَسۡتَعِيۡن [Hanya kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami minta pertolongan], maka tidak lama orang tersebut akan benar-benar menangis. Ketika sudah menangis dan mulai muncul semangat yang tulus, maka ia akan mulai memperoleh kenikmatan dan kesenangan dalam shalat. Kemudian ketika melakukan ruku dan berdoa, kita akan kembali memperoleh kenikmatan tersebut. Demikian pula ketika mengucapkan samiallahu… kemudian berdiri untuk ruku, kita akan kembali merasakan nikmatnya dan ketika bersujud, maka timbul suatu keperihan dalam jiwa dan dalam kondisi itu juga kita akan mendapatkan kenikmatan yang sama. 

Jadi, kita harus menampilkan ekspresi jasmani yang diperlukan untuk mencapai kondisi batin yang diinginkan. Namun, hal ini hanya dapat dicapai dengan upaya dan perjuangan keras. Jika kita berusaha dengan cara ini, maka kita akan terus memperoleh kenikmatan Shalat. Dan sekali kita mendapatkan kegembiraan dan kenikmatan itu, maka kita akan selalu berusaha keras menghadap Allah sambil menangis untuk mendapatkan kegembiraan dan kenikmatan dalam keadaan tersebut. Kenikmatan yang didapat dengan menangis di hadapan Allah saat bersujud jauh lebih besar dibandingkan kenikmatan lainnya.

Sumber: Al-Hakam

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Shalat Tasbih, Benarkah Shalat yang Disunnahkan?
Next post Bolehkah Wanita Haid Masuk Masjid atau Ikut Kegiatan di Masjid?