Read Time:8 Minute, 6 Second
pohon gharqad, perang yahudi

Seorang perempuan dari Sierra Leone menulis surat kepada Hazrat Khalifatul Masih V, Hazrat Mirza Masroor Ahmad: 

“Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Hari Kiamat tidak akan tiba sampai umat Islam terlibat pertempuran dengan orang-orang Yahudi, yang bersembunyi di balik batu dan pepohonan. Bebatuan dan pepohonan itu akan berseru, ‘Wahai umat Islam, ada orang Yahudi yang bersembunyi di belakangku; datang dan bunuhlah ia.’ Namun, pohon ‘Gharqad’ tidak melakukan itu karena ia adalah pohon orang Yahudi. Mohon penjelasan mengenai hadits ini dan apa yang dimaksud dengan ‘Gharqad‘?
Huzur Anwar aba, dalam surat beliau tanggal 16 Oktober 2022 memberikan jawaban sebagai berikut:
“Dalam surat Anda disebutkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra dalam Sahih Muslim berikut:
 أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمْ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوْ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ 
Rasulullah saw bersabda: “Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga umat Islam memerangi kaum Yahudi, dan umat Islam membunuh mereka sampai orang-orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon. Maka batu atau pohon itu berkata: ‘Wahai umat Islam, wahai hamba Allah, ada orang Yahudi bersembunyi di belakangku; datang dan bunuhlah ia,’ kecuali pohon Ghorqod, karena pohon itu adalah pohon orang Yahudi.’ (Shahih Muslim, Kitabul Fitan wa ‘asyraatis-sa’ah, bab la taquumu-ssa’ata hatta yamurrar-rajulu biqobrir-rajuli fayatamanna ay-yakuuna makaanal mayyiti minal bala’) 
Al-Qur’an dan Hadits mengandung banyak perumpamaan, makna hakikinya tidak akan dapat dipahami jika kita maknai secara harfiah. Jadi perlu penafsiran untuk memahami hakikatnya, dan yang paling mengetahui penafsiran Firman Allah dan hadits Nabi saw adalah para Nabi dan orang-orang pilihan, yang mana Allah Ta’ala sendiri, berkat karunia-Nya, telah mengajarkannya tafsirnya kepada mereka. 
Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
هُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ مِنْهُ اٰيٰتٌ مُّحْكَمٰتٌ هُنَّ اُمُّ الْكِتٰبِ وَاُخَرُ مُتَشٰبِهٰتٌ ۗ فَاَمَّا الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُوْنَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاۤءَ الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاۤءَ تَأْوِيْلِهٖۚ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيْلَهٗٓ اِلَّا اللّٰهُ ۘوَالرّٰسِخُوْنَ فِى الْعِلْمِ يَقُوْلُوْنَ اٰمَنَّا بِهٖۙ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ رَبِّنَا ۚ وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّآ اُولُوا الْاَلْبَابِ
“Dia-lah yang menurunkan Kitab kepada engkau, di antaranya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah Ummu Kitab, dan yang lain adalah ayat-ayat mutasyābihāt. Adapun orang-orang yang di dalam hatinya ada kebengkokan maka mereka mengikuti yang mutasyābihāt darinya, karena ingin menimbulkan fitnah dan ingin mencari-cari takwilnya yang salah, padahal tidak ada yang mengetahui kebenaran takwilnya kecuali Allah, dan orang-orang yang memiliki pengetahuan mendalam berkata, ‘Kami beriman kepadanya, semuanya berasal dari sisi Tuhan kami.’ Dan tidak ada yang meraih nasihat kecuali orang-orang yang berakal.” (QS Ali Imran [3]:8)
Dalam bab yang sama dalam Shahih Muslim tersebut juga disebutkan beberapa hadits yang lain yang harus kita tafsirkan juga. Jika tidak maka kata-kata harfiahnya akan tidak masuk akal. Misalnya penghancuran Ka’bah oleh seorang Abyssinia yang mempunyai dua betis kecil, sebelum kiamat seorang Qahtan akan menggiring manusia dengan tongkatnya, siang malam tidak akan berakhir sebelum seorang bernama al-Jahjah menduduki takhta, dan banyak hadits lainnya yang harus kita pahami dengan menafsirkannya. 
Hadits yang Anda tanyakan itu membahas tentang perang antara umat Islam dan Yahudi sebelum terjadinya Kiamat. Dalam bab yang sama dalam Shahih Muslim disebutkan bahwa umat Islam akan berperang melawan bangsa Turki sebelum hari Kiamat. Selain itu, juga diriwayatkan tentang pertempuran dengan bangsa yang memakai sepatu yang terbuat dari rambut dan memiliki wajah seperti tameng, dan dengan bangsa yang bermata kecil dan berhidung pesek. Semua ini sebenarnya menunjukkan konflik dengan berbagai bangsa. 
Sebaliknya dalam Shahih al-Bukhari disebutkan bahwa sesuai dengan nubuatan Nabi Muhammad saw, saat kedatangan dan kebangkitan Islam yang kedua kali, putra rohani dan hamba hakiki Nabi Muhammad saw, Almasih Muhammad akan dibangkitkan. Dia akan mengakhiri perang agama. (Shahih Bukhari, Kitab al-anbiya, Bab Nuzuli ‘Isa ibn Maryam) 
Berdasarkan perintah Rasulullah saw, Hadhrat Masih Mau’ud as juga menasihati umat Islam untuk menjauhkan diri dari Jihad Pedang, dan memperingatkan mereka akan dikalahkan jika tidak menaati perintah Nabi Muhammad saw. Oleh karena itu dalam syairnya beliau menulis:
 اب چھوڑ دو جہاد کا اے دوستو خیال 
Sekarang tinggalkanlah pikiran tentang peperangan agama, wahai sahabat
 دیں کیلئے حرام ہے اب جنگ اور قتال 
Sebab sekarang peperangan dan pertempuran dilarang agama
 فرما چکا ہے سید کونین مصطفے 
Telah bersabda Penguasa Dua Dunia, Muhammad Musthafa:
 عیسی مسیح جنگوں کا کر دے گا التوا 
Isa Almasih akan mengakhiri semua peperangan
 جب آئے گا تو صلح کو وہ ساتھ لائے گا 
Ketika ia datang, ia akan membawa perdamaian,
جنگوں کے سلسلہ کو وہ یکسر مٹائے گا 
Dia akan sepenuhnya menghapus rangkaian perang tersebut
 یعنی وہ وقت امن کا ہوگا نہ جنگ کا 
Yakni, ini akan menjadi masa damai, bukan masa perang,
 بھولیں گے لوگ مشغلہ تیر و تفنگ کا 
Orang-orang akan melupakan kerajinan panah dan senjata.
 یہ حکم سن کے بھی جو لڑائی کو جائے گا 
Namun, mereka yang terus berperang setelah perintah ini,
 وہ کافروں سے سخت ہزیمت اٹھائے گا 
Akan menderita hukuman berat (kekalahan telah) di tangan orang-orang kafir.’ 
(Zamimah Tuhfah-e-Golarwiyyah, Ruhani Khazain, Vol. 17, hal. 77-78) 
Dan hal ini sebenarnya telah terjadi seperti yang telah digambarkan bahwa orang-orang yang menentang petunjuk jelas Nabi Muhammad saw maka mereka akan mengalami kekalahan.

Al-Qur’an dan Hadits telah menerangkan dengan sangat jelas bahwa kemunculan Almasih Muhammad ini akan terjadi di Akhir Zaman, bersamaan dengan masa Kebangkitan. Selain itu, Dajjal yang telah diperingatkan oleh semua Nabi kepada kaumnya dan juga telah diperingatkan oleh Rasulullah saw kepada para Sahabat, juga akan muncul pada zaman Almasih Muhammad. Almasih Muhammad inilah yang akan menghancurkan Dajjal itu. (Sahih Muslim, Kitab al-fitan wa ‘asyratis-sa’ah, Bab dzikrid-dajjali wa sifatih; Sahih al-Bukhari, Kitab al-fitan, Bab dzikr d-dajjal) 

Jadi di satu sisi beberapa hadits menceritakan tentang keterlibatan umat Islam dengan berbagai bangsa dalam peperangan di akhir zaman, di sisi lain, hadits-hadits lain berbicara tentang penghentian perang di era Almasih yang Dijanjikan. 
Kita tidak dapat memahami hadits-hadits ini dengan arti zahirnya, karena hadits-hadits tersebut akan menimbulkan banyak kontradiksi. Maka kita harus menafsirkan salah satu aspeknya. Setelah mengkaji akhir zaman saat ini, nampak jelas bahwa tidak seperti di masa awal Islam dimana peperangan dilakukan karena alasan agama, di zaman sekarang ini umat Islam tidak terlibat dalam peperangan agama dengan pedang atau senjata api melawan negara manapun. Sebaliknya, berbagai agama dan negara melontarkan berbagai tuduhan dan melancarkan serangan terhadap Islam dan Nabi Muhammad dengan cara ini. 
Jadi, untuk menyinkronkan kedua kategori hadits ini kita dapat memahaminya sebagai berikut: Di zaman akhir ini, Islam tidak boleh melakukan peperangan fisik dengan pedang atau senjata apapun. Namun cobaan dari Dajjal, yang merupakan kelompok yang sesat, terutama yang muncul dari kalangan Yahudi dan Kristen menyerang agama, khususnya Islam, sehingga mereka menjauhkan bangsa-bangsa duina dari agama. Tujuan mereka adalah untuk memperlebar jarak pemisah antara Tuhan dan makhluk-Nya, serta berupaya memutuskan hubungan kerohanian. Untuk mencapai tujuan ini, mereka melontarkan berbagai tuduhan terhadap semua agama, dengan fokus utamanya adalah Islam, agama yang paling utama. Serangan ini merupakan upaya mereka menanamkan kebencian dalam hati masyarakat terhadap agama. 
Menanggapi fitnah Dajjal ini, Allah Ta’ala mengutus hamba Rasulullah yang paling setia dan Jariullah fi hulalil-Anbiya (Pejuang Islam dalam jubah para nabi], yang akan memperjuangkan agama dengan hujjah dan bukti yang meyakinkan. Beliau akan menanamkan kecintaan pada agama dan tatanan rohani Allah Ta’ala dalam hati masyarakat. Dengan dukungan Ilahi, ia akan mengungkap bagaimana fitnah Dajjal sesungguhnya pada masyarakat. Mereka yang mengikuti jalan Almasih Muhammadi akan mendapatkan sarana yang melaluinya kekhilafahan rohani berdiri untuk membela Islam. 
Para [khulafa] itu akan mendekatkan manusia pada Allah Ta’ala dengan menjalankan ajaran Al-Qur’an, Muhammad saw dan putra rohaninya. Dalam kepatuhan terhadap Penguasa dan Pembimbing mereka, mereka akan melawan ancaman Dajjal dengan argumen dan bukti yang kuat. 
Dalam peperangan rohani ini, negara-negara yang terlibat, baik dari Eropa, Amerika, atau Afrika, meskipun terhadap perbedaan pendapat, mereka akan bersatu dalam mendukung serangan Dajjal. Bangsa-bangsa ini pada dasarnya adalah pohon ‘Gharqad’ itu, yang menumbuh-suburkan serangan dajjal dengan memberikan dukungan melalui cara halal ataupun haram, sehingga mereka memberikan perlindungan bagi Dajjal.
Sumber: Al-Hakam 
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Ramadhan: Bulan untuk Menerangi Hati Melalui Al-Qur’an
Next post Maulid Nabi, Sarana Meneladani Nabi Muhammad saw