Read Time:1 Minute, 50 Second
jika Tuhan ada, mengapa ada anak terlahir cacat

Jika menyangkut pertanyaan tentang keberadaan Tuhan, pertanyaan yang sering diajukan adalah jika Tuhan benar-benar ada dan Dia adalah Tuhan Yang Maha Penyayang, lalu mengapa ada anak-anak yang terlahir cacat? Nampaknya ini seperti hukuman yang harus mereka tanggung seumur hidup. Namun pertanyaan ini seringkali merupakan hasil dari pemikiran yang terbatas; sesuatu yang terbatas pada lensa dunia fana dan bersifat materi ini, pada kenyataannya hal ini melampaui kehidupan ini. Huzur (aba) pernah ditanya mengapa beberapa anak terlahir cacat? 

Huzur (aba) menjawab: 

Pertama, ada hukum alam yang bekerja, misalnya mungkin saja ada kejadian di mana suatu ketika pilihan makanan dan pola makan seorang ibunya buruk, atau seorang ibu mengkonsumsi obat tertentu yang menimbulkan dampak negatif. Akibatnya, karena bekerjanya hukum alam, terkadang anak-anak dilahirkan dengan cara ini (cacat). Mungkin juga karena ada kekurangan pada sperma pria, atau ada kekurangan pada perkembangan anak saat di dalam kandungan. Jadi ini ada hukum alam yang bekerja sehingga ada beberapa anak yang dilahirkan dalam kondisi lemah; jadi ini bukan bentuk hukuman. 

Allah Ta’ala tidak mengatakan bahwa beberapa orang yang dilahirkan dalam kondisi ini sebagai bentuk hukuman, namun karena kelemahan fisik ini, Allah Ta’ala menyatakan bahwa ketika mereka meninggal dunia, Allah akan memberi ganjaran kepada mereka di akhirat. 

Adapun bagi orang-orang yang meninggal pada masa kecilnya, Allah Ta’ala telah menetapkan surga bagi mereka. Konsep hidup ini tidak terbatas pada kehidupan 70, 80 atau bahkan 100 tahun jika seseorang hidup selama itu. Kalian meyakini bahwa kehidupan hakiki yang layak dijalani adalah kehidupan akhirat; ini adalah keyakinan kita. Hidup itu abadi dan jika demikian, maka Allah Ta’ala akan memberikan kesehatan kepada orang tersebut ketika mereka berada di sana [di akhirat]. 

Selain itu, mereka tidak akan dihisab. Tetapi jika dengan kondisi cacat mereka tetap melakukan amal shaleh dan mengingat Allah, maka itu adalah baik bagi mereka. Tetapi sebaliknya, ada juga yang menyandang cacat ringan, namun mereka memiliki kemampuan seperti melakukan perbuatan tercela, maka mereka harus menghadapi pertanggungjawabannya. Tetapi pada umumnya jika seorang anak cacat dan bahkan tidak memiliki kemampuan yang dapat mereka gunakan maka Allah tidak akan meminta pertanggungjawaban dari mereka, tetapi Allah akan memasukkan mereka [ke surga].

(Pertemuan dengan Khuddam dari Belgia – 15 June 2019)

Sumber: Review of Religion

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Saat Rasulullah (saw) Diminta Naik ke Langit, Begini Jawaban Beliau
Next post Berapa Rakaat Shalat Qobliyah dan Ba’diyah Zuhur?